No comments yet

Implemetasi ISO 37001 : 2016 berbasis risiko (RISK FRAUD) : “ GRATISISASI PINTU MASUK KORUPSI “

 Oleh : Trio Suryono, CRMP, BCMCP, CRGP ( Analyst  Manajemen Risiko & Kepatuhan PT PLN Pusertif.

Beberapa harapan pelanggan PT PLN (Persero) saat ini adalah Biaya listrik yang murah, Pasokan listrik handal, Kualitas tegangan bagus, Penyambungan listrik yang mudah dan tersedia nya listrik yang sangat mudah. Dalam menjawab harapan pelanggan  PT PLN (Persero) saat ini mengelola karyawan kurang lebih 45.000 karyawan dengan total asset sekitar 1.500 T. Salah satu strategi PT PLN (Persero) dalam memenuhi harapan Pelanggan adalah Pembangunan Proyek 35.000 MW. Tidak menutup kemungkinan dalam pembangunan proyek tersebut  merupakan salah satu pintu masuk terjadi nya penyuapan bilamana pengelola tidak memiliki integritas dalam memenuhi kepuasan pelanggan. Praktek suap di Indonesia saat ini menjadi isu tidak ada habis – habisnya. Hampir setiap hari di media nasional kita membaca berita mengenai korupsi dan suap. Masalah suap ini ternyata juga sudah menjadi isu global. Bank Dunia memperkirakan bahwa lebih dari USD 1 triliun transaksi suap setiap tahunnya. Dampak dari penyuapan adalah mengganggu stabilitas politik, meningkatkan biaya bisnis dan berkontribusi terhadap kemiskinan. Penyuapan telah menjadi fenomena yang menyebar luas. Penyebab nya ada tiga hal, yaitu : Sistem yang lemah, Penegakan hukum yang buruk, dan Budaya permisif. ISO 37001 : 2016 adalah salah satu alat pencegahan anti suap. Implementasi ISO 37001 : 2016 memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dibanding system manajemen lainnya, bila kita bicara penyuapan maka kita bicara Pemenuhan Gaya Hidup.

“Gratifikasi merupakan pintu masuk untuk terjadinya korupsi,” ( Direktorat Gratifikasi KPK Rusdiansyah).

Pondasi membangun Anti Suap

Gratisasi tanpa meminta kadang menjadi sebuah alasan dalam menerima imbalan dalam sebuah transaksi. Inilah yang kadang tanpa di sadari menjadi pintu masuk suap yang pada akhirnya melemahkan nilai bargaining kita dalam mengambil kebijakan. Pondasi dalam membangun anti suap dimulai dengan membangun ISO 19600 : 2014 (Compliance Management System ) dimana budaya integritas dan kepatuhan mulai berkembang. Harapannya adanya fungsi kepatuhan adalah dapat memberikan atau melindungi nilai  dari perusahaan secara optimal. Integrasi fungsi kepatuhan dengan tatakelola organisasi yang baik dan manajemen risiko akan membangun ketahanan dan ketangguhan organisasi, Dalam menghadapi risiko kepatuhan, perusahaan perlu langkah-langkah yang sistematis, terintegrasi dan terukur sebelum risiko tersebut berubah menjadi masalah, bahkan menjadi krisis atau malapetaka bagi perusahaan. Berikut adalah proses bisnis implementasi ISO 19600 : 2014 dalam tatakelola perusahaan :

Pondasi membangun Anti Suap

Gratisasi tanpa meminta kadang menjadi sebuah alasan dalam menerima imbalan dalam sebuah transaksi. Inilah yang kadang tanpa di sadari menjadi pintu masuk suap yang pada akhirnya melemahkan nilai bargaining kita dalam mengambil kebijakan. Pondasi dalam membangun anti suap dimulai dengan membangun ISO 19600 : 2014 (Compliance Management System ) dimana budaya integritas dan kepatuhan mulai berkembang. Harapannya adanya fungsi kepatuhan adalah dapat memberikan atau melindungi nilai  dari perusahaan secara optimal. Integrasi fungsi kepatuhan dengan tatakelola organisasi yang baik dan manajemen risiko akan membangun ketahanan dan ketangguhan organisasi, Dalam menghadapi risiko kepatuhan, perusahaan perlu langkah-langkah yang sistematis, terintegrasi dan terukur sebelum risiko tersebut berubah menjadi masalah, bahkan menjadi krisis atau malapetaka bagi perusahaan. Berikut adalah proses bisnis implementasi ISO 19600 : 2014 dalam tatakelola perusahaan :

Gambar 1. PDCA dalam Implementasi Kepatuhan

Sumber : Data Diolah, Tahun 2018

Pada gambar 1 terlihat peran kepatuhan pada ISO 19600 : 2014 ( Compliance Management System ) dalam memitigasi kemungkinan terjadi Suap. Bebarapa peran kepatuhan dalam memitigasi kemungkinan terjadi nya suap dilakaukan pada aktifitas – aktifikas :

  • Ketaatan terhadap regulasi internal/eksternal
  • Ketaatan terhadap perijinan
  • Ketaatan terhadap kontrak – kontrak

Penyuapan merupakan pintu masuk dalam korupsi. Induk dari korupsi biasa di kenal Fraud. Fraud lingkup nya lebih luas dibandingkan dengan korupsi. Beberapa factor yang mempengaruhi risk fraud yaitu : Nature of organization, Internal controls, Operating Environment, Ethic and Value. Peran penting manajemen risiko ( ISO : 31000 ) dalam memitigasi kemungkinan terjadi nya fraud menjadi dasar untuk mengidentifikasi risiko fraud pada proses bisnis tatakelola perusahaan. Peran Manajemen Risiko, Kepatuhan dan pengawas internal dalam mengukur efektifitas control tidak dapat di pisahkan dan di rangkai dalam Proses TLD ( Three Line Defence ), seperti ditunjukkan dalam gambar 2 di bawah ini :

Gambar 2. Peran Kepatuhan dalam TLD

Sumber : Data diolah Tahun 2018

Gambar 2 menunjukkan keterkaitan tiga fungsi dalam mengawal proses bisnis dalam mencegah terjadi nya fraud dalam perusahaan.

Membangun Sistem Manajemen Anti Suap

Membangun kepatuhan dalam tatakelola perusahaan dengan ISO 19600 : 2014 merupakan sebuah mitigasi awal untuk mencegah terjadi fraud dalam sebuah proses bisnis perusahaan. Fraud adalah setiap tindakan penyimpangan yang terkait dengan penipuan,  penyembunyian , atau  pengingkaran atas kepercayaan. Mitigasi kemungkinan terjadi nya fraud dilakukan dengan membangun Sistem Manajemen Anti Suap ( ISO : 37001 : 2016 ). Pengimplementasian ISO 37001 : 2016 dirancang untuk membantu organisasi dalam menerapkan sistem manajemen anti korupsi & suap . Standar ini menentukan serangkaian langkah-langkah yang harus diterapkan oleh organisasi untuk membantu organisasi mencegah , mendeteksi dan menangani korupsi & suap, dan memberikan bimbingan yang berkaitan dengan pelaksanaannya. Terdapat 6 prinsip dalam penerapannya yaitu : Proporsional prosedur, komitmen pimpinan, manajemen risiko, due deligence, komunikasi, monitor dan evaluasi. Dalam ISO 37001 : 2016 mendefinisikan “penyuapan” sebagai tindakan menawarkan, menjanjikan, memberikan, menerima, atau meminta keuntungan yang tidak semestinya dari nilai apa pun (berupa keuangan atau nonkeuangan), langsung atau tidak langsung, terlepas dari lokasi, merupakan pelanggaran peraturan perundang-undangan, sebagai bujukan atau hadiah untuk orang yang bertindak atau menahan diri dari bertindak terkait kinerja dari tugas orang tersebut. Kesesuaian dengan standar ini tidak menjamin penyuapan tidak akan terjadi, tetapi standar ini dapat membantu organisasi menerapkan rancangan yang wajar dan proporsional untuk mencegah, mendeteksi, dan menindaklanjuti penyuapan. Dasar dalam penerapannya anti suap adalah manajemen risiko ( ISO 31000 ) yang sering kita dengar Fraud Risk. Kata kunci dari fraud risk adalah : menciptakan kepedulian dan mengenali secara tepat titik kelemahan organisasi. Pada akhirnya tanpa disadari dalam menerima hadiah – hadiah secara gratis terkait dengan kepentingan untuk memperoleh keputusan tertentu, tetapi motifnya tidak didasarkan pada keikhlasan semata akan menimbulkan masalah baru yaitu : Penyuapan. Kebiasaan Gratisisasi berkepanjangan jelas akan mempengaruhi integritas, independensi dan objektivitasnya keputusan yang akan diambil seorang pejabat/penyelenggara negara terhadap sebuah hal. Semoga bermanfaat bagi para pembaca…….Sukses selalu.

Post a comment