No comments yet

Jenis Risiko Perusahaan

Oleh : Prof. Dr. Adler Haymans Manurung

Dua minggu lalu telah dibahas mengenai risiko. Tulisan kali ini akan membahas jenis risiko yang akan dihadapi perusahaan. Pertama-pertama adalah risiko bisnis dan risiko finansial. Risiko bisnis adalah risiko dalam menjalankan usaha. Risiko Finansial merupakan risiko dalam membiayai perusahaan dalam operasinya.

Pada awalnya kedua risiko ini saja yang selalu dibahas berbagai pihak dalam mengelola bisnis. Namun, risiko tersebut terus berkembang sehingga timbul konsep bar, yaitu risiko operasional dan risiko reputasi serta juga risiko hukum. Jika seseorang mengoperasikan bisnis, pertama sekali yang terlintas dibenaknya adalah risiko bisnis. Risiko bisnis adalah Risiko dalam menjalankan usaha tersebut, jika dipelajari secara saksama, aktivitas dalam mengoperasikan bisnis pertama-tama adalah bagaimana produk bisa laku dijual. Dalam menjual produk, ada dua aktivitas penting, yaitu pemasaran dan penjualan.

Sebelum aktivitas pemasaran dan penjualan dilaksanankan, ada dua aktivitas penting, yaitu pemilihan konsumen yang diinginkan. Jika konsumen yang diinginkan orang-orang dewasa, cara membuat aktivitas iklan akan berbeda dengan iklan untuk remaja dan anak-anak. Jika produk yang ditawarkan sudah jelas akan dijual kepada konsumen dewasa tindak selanjutnya akan lebih terarah aktivitas selanjutnya. Risiko pertama yang dihadapi dalam berbisnis risiko pemilihan konsumen.

Pemasaran merupakan aktivitas perusahaan agar dikenal oleh konsumen. Aktivitas pemasaran termasuk membuat iklan perusahaan agar produk yang dihasilkan dikenal konsumen yang telah ditargetkan sebelumnya. Aktivitas iklan yang dilakukan perusahaan harus dekat kepada konsumen yang diharapkan membutuhkan produk yang dihasilkan. Iklan bisa  melalui media cetak, elekronik, papan iklan billboard, dan sebagainya.

Pemilihan atas media iklan juga merupakan aktivitas yang akan menimbulkan risiko, jika media yang dipilih tidak sesuai dengan target konsumen yang diharapkan, akan terlihat dalam pemahaman konsumen atas produk dan akhirnya penjualan tidak berhasil. Oleh karena itu, bagaian pemasaran melakukan survey untuk mendapatkan umpan balik atas aktivitas pemasaran.

Di Hotel atau restoran sering ada kertas pertanyaan yang diajukan kepada pelanggan untuk mendapatkan informasi mengenai pelayanan serta produk yang dinikmati pelanggan. Dengan demikian, risiko kedua yang harus diperhatikan adalah risiko atas pemilihan aktivitas iklan.

Risiko Penjualan

Selanjutnya, penjualan yang dilakukan oleh perusahaan harus diperhatikan secara seksama. Penjualan produk bisa langsung atau atau melalui pihak lain. Jika penjualan langsung, perusahaan harus mempunyai orang-orang yang langsung menjual produk kepada konsumen. Jika pilihan ini yang dilakukan, tentu ada risiko yang harus dihadapi perusahaan. Untuk penjualan langsung,  maka risiko pemilihan orang untuk menjual produk harus ada di depan mata. Pengelolaan atas orang-orang untuk menjadi bagian penjualan sangat penting agar risiko penjualan dapat di minimalisasi.

Selanjutnya, jika pilihan penjualan tidak langsung atau melalui pihak ketiga, perusahaan juga harus menghadapi risiko pemilihan pihak ketiga tersebut. Bisa saja pemilihan toko-toko untuk produk yang dijual. Perusahaan tidak langsung ke toko-toko yang menjual produk, tetapi melalui distributor. Perusahaan memilih distributor juga harus dilakukan dengan saksama agar penjualan berhasil. Pemilihan distributor juga merupakan risiko yang harus diminimalisasi perusahaan.

Perusahaan harus memilih distributor yang belum menjual roduk pesaing dari perusahaan. sebaiknya, dipilih perusahaan yang belum banyak melakukan yang ditawarkan distribusi atas produk-produk agar barang perusahaan yang ditawarkan bisa lebih konsentrasi. Pemilihan distributor ini sangat penting terutama bagi produk yang mempunyai pesaing di pasar. Keseriusan distributor sangat dibutuhkan oleh perusahaan.

Aktivitas bisnis berikutnya yaitu penyampaian produk kepada konsumen sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan. Produk harus sudah disampaikan kepada konsumen agar ada nilai penjualan yang dilakukan perusahaan. Penyampaian produk tergantung dari jarak konsumen atau distributor dengan pabrik. Jika jaraknya sangat jauh dari pabrik, pemilihan moda transportasi sangat dibutuhkan agar produk bisa sampai cepat kepada konsumen atau distributor. Artinya, ada risiko pemilihan moda transportasi untuk pengiriman produk kepada konsumen atau distributor.

Risiko-risiko tersebut merupakan bisnis yang harus dihadapi perusahaan dalam penjalankan usaha. Risiko yang dihadapi perusahaan harus dapat diukur. Variasi lamanya waktu penyampaian produk merupakan ukuran dari risiko dari penyampaian produk. Namun, nilai variasi penyampaian produk tidak bisa diukur dengan uang atau kerugian yang dilakukan. Jika diperhatikan secara seksama untuk semua uraian sebelumnya, ukuran risiko yang dihadapi perusahaan dengan ukuran nilai uang yaitu nilai penjualan yang dilakukan perusahaan.

Artinya, dalam pengelolaan bis, maka nilai penjualan merupakan hasil akhir. Variasi dari penjualan tersebut merupakan risiko atas penjualan tersebut. Semakin besar variasi nilai penjualan perusahaan, maka semakin besar risiko yang dihadapi perusahaan. Jika nilai variasi tersebut semakin kecil dan mendekati nol, variasi dari bisnis perusahaan semakin tidak berfluktuasi.

Sumber : Surat Kabar harian Kompas, Minggu 1 Maret 2015 

Post a comment